KETUA UMUM DPP GNI RULES GAJA KRITISI PENINDAKAN POLISI SAAT TAKBIRAN
Jakarta, 2 April 2025 – Ketua Umum DPP Generasi Negarawan Indonesia (GNI), Rules Gaja, S.Kom., memberikan tanggapan keras terhadap tindakan polisi lalu lintas yang mengamankan sepeda motor saat malam takbiran 1 Syawal 1446 H. Ia menyayangkan kejadian tersebut yang dinilai mengganggu perayaan umat Islam dalam merayakan Idulfitri.
"Sangat disayangkan, pada saat takbir keliling, kendaraan diamankan secara paksa," ujar Rules Gaja dalam keterangannya kepada media.
Menurutnya, takbir keliling merupakan tradisi keagamaan yang telah lama dilakukan masyarakat untuk menyambut Hari Raya Idulfitri. Oleh karena itu, tindakan represif dari aparat kepolisian dianggap kurang bijak dan dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Rules Gaja menekankan bahwa aparat keamanan seharusnya lebih mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengatur lalu lintas selama perayaan takbiran. Ia juga mengimbau agar pihak kepolisian tetap menghormati tradisi keagamaan dan menemukan solusi yang lebih humanis dalam menjaga ketertiban.
"Kita tentu mendukung upaya penegakan aturan lalu lintas, tetapi dalam kondisi seperti ini, pendekatan persuasif harus lebih dikedepankan. Jangan sampai masyarakat merasa tertekan saat ingin merayakan hari besar keagamaannya," tegasnya.
Selain itu, Rules Gaja juga menyoroti perlunya penerapan Undang-Undang Perampasan Aset bagi koruptor. Menurutnya, langkah ini harus segera diterapkan demi menegakkan keadilan, bukan justru mengamankan kendaraan masyarakat kecil yang ingin merayakan takbiran.
"Harusnya Undang-Undang Perampasan Aset bagi koruptor yang segera diterapkan, bukan sepeda motor masyarakat kecil yang diamankan," ujarnya.
Generasi Negarawan Indonesia (GNI) meminta agar ada evaluasi terhadap kebijakan penindakan di malam takbiran serta dialog yang lebih baik antara pihak kepolisian dan masyarakat guna menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis.
[TIM]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar